Tata cara diagnosa WAN

 

Nama: M Robbykhul mughni 

No :  22

Kelas: XI TKJ 2 

Jobsheet Diagnosa WAN Menggunakan MikroTik dan Winbox


Tujuan  adalah untuk membantu pengguna memahami dan melakukan diagnosa jaringan WAN menggunakan MikroTik, mengidentifikasi masalah potensial, meningkatkan keterampilan troubleshooting, serta menggunakan alat monitoring untuk analisis dan pemecahan masalah secara efisien.


Alat dan Bahan:

Router MikroTik

Aplikasi Winbox

Koneksi jaringan ke perangkat MikroTik

PC/Laptop


Langkah-langkah Diagnosa:

1. Login ke Router MikroTik:

Buka aplikasi Winbox.

Hubungkan PC/Laptop ke router MikroTik.

Klik "Neighbors" untuk mencari perangkat MikroTik yang tersedia.

Klik pada MAC Address atau IP Address perangkat, masukkan username dan password, lalu klik "Connect".

2. Periksa Status Interface:

Navigasikan ke menu Interfaces di panel sebelah kiri.

Pastikan semua interface yang terhubung ke WAN dalam keadaan enabled.

Perhatikan parameter seperti RX (receive) dan TX (transmit) untuk melihat adanya traffic yang abnormal.

3. Cek Status IP dan Gateway:

Buka menu IP > Addresses untuk memastikan IP Address yang terkait WAN telah diatur dengan benar.

Pergi ke IP > Routes dan pastikan gateway utama (0.0.0.0/0) memiliki status reachable.

Gunakan command line tool di Winbox atau New Terminal dan ketik ping <IP Gateway> untuk memeriksa koneksi ke gateway.

4. Monitoring Traffic dengan Tools:

Masuk ke Tools > Torch untuk memonitor traffic pada interface yang digunakan untuk koneksi WAN.

Set filter berdasarkan IP Address dan port untuk mengidentifikasi paket yang melewati router.

Gunakan IP > Traffic Flow jika Anda ingin mencatat flow traffic dan menganalisis lebih lanjut menggunakan software eksternal.

5. Analisis Log Sistem:

Arahkan ke Log di panel kiri untuk memeriksa event log terkait interface atau koneksi WAN.

Filter log berdasarkan Topics seperti interface atau system untuk mendeteksi error atau peringatan.

6. Tracing Route ke Tujuan:

Gunakan fitur Tools > Traceroute untuk menelusuri jalur ke alamat IP tujuan di jaringan WAN.

Perhatikan di mana titik putus (hops) terjadi, yang dapat menandakan masalah di jalur tersebut.

7. Periksa Firewall dan NAT:

Masuk ke IP > Firewall dan periksa Rules yang terkait koneksi WAN.

Pastikan tidak ada rule yang menghalangi traffic penting ke atau dari WAN.

Cek juga NAT settings untuk memastikan translasi IP bekerja dengan benar.

8. Monitoring Bandwidth:

Gunakan Queues atau Simple Queue untuk melihat pemanfaatan bandwidth.

Gunakan Tools > Bandwidth Test untuk menguji bandwidth dari router ke server lain.

9. Periksa DHCP Client/Server (Jika Berlaku):

Masuk ke IP > DHCP Client untuk memeriksa status client DHCP pada interface WAN.

Perhatikan status seperti bound untuk memastikan IP dinamis berhasil diperoleh.

10. Periksa dan Reset Connection Tracking:

Pergi ke IP > Firewall > Connections untuk memantau koneksi yang sedang berlangsung.

Klik tombol Refresh untuk memperbarui daftar koneksi, dan gunakan Tools > Packet Sniffer jika ingin menangkap paket untuk analisis lebih lanjut.


Tips:


Backup konfigurasi sebelum melakukan perubahan.

Pastikan firmware router sudah up-to-date untuk mencegah bug yang mempengaruhi kinerja.